Showing posts with label muslim. Show all posts
Showing posts with label muslim. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

Tahun Baru! Ngapain? | Ada apa dengan topi kerucut tahun baru?

Assalamu'alaikum Wr. Wb. :)
Alhamdulillah, tahun 2013 sudah ingin meninggalkan kita. Tahun 2014 akan hadir dalam beberapa jam lagi. Lalu, apa yang akan kita lakukan di penghujung tahun ini? Hura-hura bareng temen-temen? Tiup-tiup terompet? Mengucapkan 'selamat tahun baru' kepada semua orang yang kita kenal? Astaghfirullah... tinggalkan kebiasaan lama itu! Tau gak, itu bukan budaya islam banget, readers.
Gak muna, aku juga pernah melakukannya. Tapi itu sebelum aku tau bahwa hal-hal seperti itu tidak disarankan di agamaku. Dan setelah aku tau, aku benar-benar takut untuk melakukannya lagi. Aku takut Allah makin makin membenci aku.
Eh, baca deh nih ada artikel bagus banget! http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/29/28388/sanbenito-topi-kerucut-tahun-baru-simbol-sudah-murtad/#sthash.JihVK7XL.dpbs

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk mereka." [HR. Abu Dawud, no. 4031]

Serem gak tuh sejarah dari topi kerucut tahun barunya? Hihhhh>,< gak lagi-lagi ikut-ikut perayaan tahun baru yang kayak gituan. Oh, iyaaaaaaaaaaaaa! Udah tau belum, di Indonesia ini ada program #ODOJ. Apa itu #ODOJ? #ODOJ itu adalah #onedayonejuz. Yap, sudah kebayangkan dari judulnya juga. Satu hari satu juz. Apa tujuan dari adanya program itu? Yang pastinya, biar para muslimin dan muslimah di Indonesia semakin dekat dengan Al-Qur'an dan bukan malah semakin menjauh dari Al-Qur'an. Tau kan, muslim di zaman sekarang ini benar-benar miris sekali.. banyak yang salah jalan *haduh jangan sampai kita ikut-ikut salah jalan. Contohnya apa? Contohnya, busana-busana yang dipakai para muslimah di seantero dunia. Tau maksudnya? Ya, seperti ini:
Loh, kok biarawati?
Kenapa biarawati? Karena muslimah zaman sekarang bukannya semakin betul kerudungnya, malah jadi semakin melenceng (--,') haduh *pukpuk* kasihan.. Mereka malah memakai penutup kepala yang dimodif-modif menyerupai biarawati! Dan coba lihat ke cuplikan hadits yang di atas itu. *astaghfirullah* cepat tinggalkan model penutup kepala yang seperti itu! Seperti ini lebih baik karena sesuai perintah ❤❤❤Allah SWT❤❤❤:
Liat aja tuh, ada dalil Qur'an nya. No doubt, readers!:)

Oke, kembali ke #onedayonejuz. Daripada hura-hura di malam tahun baru yang sebenarnya sama saja seperti malam-malam biasanya, cuma orang-orang aja yang menganggapnya terlalu berlebihan lebih baik ikutan ONE DAY ONE JUZ! Di #ODOJ, kamu akan bertemu teman yang sesungguhnya. Ummm, maksudnya.. teman yang sama gitu tuh, seperjuangan dengan prinsip 'fii sabiilillaah' nya. Karena dengan senang hati merelakan sebagian waktunya untuk membaca Qur'an, dan satu juz. Subhanallah! Itu susah loh diterapkan kalau tidak terbiasa :) nah, lebih bermanfaat mana baca Qur'an atau hura-hura gak jelas ditahun baru?
Jelas, BACA AL-QUR'AN!
Tapi kan..... malem tahun baruan cuma ada sekali dalam setahun.... sayang kalo dilewatin gitu aja tanpa ngerayain bareng temen-temen.....
Yaelaaaaaaah, masih ragu sama Tuhan sendiri? Masih ragu sama Allah? Istighfar yang banyak :p hehe.
Dan masih tetep mau ikut-ikutan budaya yang jelas-jelas bukan Islam dan bukan Indonesia banget itu? Jangan ya :) semoga Allah selalu memberi kalian perlindungan.. Aamiin.

Friday, November 22, 2013

Teladan Rasul SAW♥

Ini salah satu kisah tentang Rasulullah yang benar-benar bikin saya terkagum-kagum dan makin cinta makin rindu Rasul!!!♥♥♥
------
Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.

Beliau juga memerah susu kambing
untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah,
bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan,
sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina 'Aisyah menceritakan:
”Kalau Nabi berada di rumah,
beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan,
beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,
dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang."

Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar waktu itu.
 Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.
Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
 "Belum ada sarapan ya Khumaira?"
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan')

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
"Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." 
Rasulullah lantas berkata,
”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda,
"sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." 

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu
langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :


"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit..."
desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?" 

Lalu baginda menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat
yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka,
seluas-luasnya untuk baginda,
baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
 terus-menerus beribadah,
hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
Fisiknya sudah tidak mampu menanggung
kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"

Jawab baginda dengan lunak,
"Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."

Rasulullah s. a. w. bersabda,
"Sampaikan pesanku walau sepotong ayat" 


Subhanallah dan Masya Allah?

Assalamu'alaikum
Kali ini bahasannya perbedaan Subhanallah sama Masya Allah aja yaa.. Soalnya banyak banget orang-orang yang salah mengartikan kedua ungkapan ini. Diambil dari web ini http://goresankecildarihati.wordpress.com/2013/01/07/memaknai-perbedaan-ucapan-subhanallah-dan-masya-allah/ :)
Selamat membaca!
-------
image

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Secara umum, menyebut asma Allah dan berdzikir kepada-Nya ialah kebaikan tertuntunkan. Menyertakan Allah dalam tiap kejadian adalah niscaya. Dan tiap penyebutan nama Allah yang bermakna khusus tentu memiliki tempat sesuai tuntunan. Semisal; Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun) diucap saat kita mengetahui ada saudara kita yang meninggal atau saat kita bermusibah. (semisal banjir, kebakaran, tanah longsor, kecelakaan, dll).

Nah, bagaimana dengan ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah”?
Ada 2 yang mengikatnya; tuntunan Qur’an-Sunnah dan kebiasaan dalam Bahasa Arab. Al-Qur’an menuturkan; Subhanallah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.” Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak.
Juga, Subhanallah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik. “Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau (Subhanaka). Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS 34 : 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah (Subhanallah), dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”(QS 12 : 108) dll.
Bukankah ada juga pe-Maha Suci-an Allah dalam hal menakjubkan? Uniknya, Al-Qur’an menuturnya dengan kata ganti kedua: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau (subhanaka), maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3: 191).
Atau kata ganti ketiga yang tak langsung menyebut asma Allah: “Maha Suci (Allah) (subhana), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 17 : 1, dll).
Sedangkan ia juga terpakai pada; me-Maha Suci-kan Allah dalam menyaksikan bencana dan mengakui kezhaliman diri: “Mereka mengucapkan: “Maha Suci Rabb kami (subhana), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS 68 : 29), menolak fitnah keji yang menimpa saudara: “mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Rabb kami), ini adalah dusta yang besar.” (QS 24 : 16).

Bagaimana Hadits-nya?
“Kami apabila berjalan naik membaca takbir, dan apabila berjalan turun membaca tasbih.” (HR. Imam Bukhari, dari Jabir ra.).
Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan orang dalam Bahasa Arab secara umum; yakni menggunakannya untuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal kurang baik di mana tak pantas Allah Subhanahu wa ta’ala dilekatkan padanya.

Bagaiamana simpulannya?
Dzikir tasbih secara umum adalah utama, sebab ia dzikir semua makhluq dan tertempat di waktu utama pagi dan petang. Adapun dalam ucapan sehari-hari, mari membiasakan ia sebagai pe-Maha Suci-an Allah atas hal yang memang tak pantas bagi keagungan-Nya.

Bagaimana dengan “Masya Allah”?
QS. 18 : 39 memberi contoh: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Masya Allah, laa quwwata illaa billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,” ia diucapkan atas kekaguman pada aneka kebaikan melimpah; kebun, anak, harta. Sungguh ini semua terjadi atas kehendak Allah; kebun subur menghijau jelang panen; anak-anak yang ceria menggemaskan, harta yang banyak. Lengkapnya; “Masya Allah la quwwata illa billah”, kalimat ke-2 menegaskan lagi; tiada kemampuan mewujudkan selain atas pertolongan Allah.
Pun demikian dalam kebiasaan lisan berbahasa Arab; mereka mengucapkan “Masya Allah” pada keadaan juga sosok yang kebaikannya mengagumkan.
Simpulannya; “Masya Allah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah; dan memang hal indah itu dicinta dan dikehendaki oleh Allah.

Demi ketepatan makna keagungan-Nya dan menghindari kesalahfahaman; mari biasakan mengucap “Subhanallah” dan “Masya Allah” seperti seharusnya. Membiasakan bertutur sesuai makna pada bahasa asli Insya Allah lebih tepat bermakna.
Tercontoh; orang Indonesia bisa senyum gembira padahal sedang dimaki. Misalnya dengan kalimat; “Allahu yahdik!”. Arti harfiahnya; “Semoga Allah memberi hidayah padamu!” Bagus bukan? Tetapi untuk diketahui; makna kiasan dari “Allahu yahdik!” adalah “Dasar gebleg!”
Jadi, mari belajar tanpa henti dan tak usah memaki.

(dirangkum dari kultwit pada linimasa Salim A. Fillah rahimakallah).


Monday, August 12, 2013

How I love Al Mulk | Semoga jd renungan jg buat kalian!

Assalamu'alaikum!
Oke, kali ini gak bahas jilbab dulu deh, mungkin lain kali lagi. Aku bahas Surah Al-Mulk aja ya^^
Al-Mulk ini adalah surat ke 67 dan diturunkan di Mekah (Makkiyah) terdiri dari 30 ayat keseluruhan. Pertama kali aku jatuh cinta sama Surah ini waktu SMP kelas 9. Saat itu lagi plus-plus alimnya:3 hehe. Bukan karena menjelang UN, tapi entah kenapa saat itu aku lagi 'haus' banget sama ilmu agama. Sama kewajiban menutup aurat, walau aku udah nutup auratku dari kelas 1 SD, tapi rasanya ilmu tentang auratku belum begitu sempurna dan pula belum syar'i u,u hehe. Berbagai macam buku-buku tentang kiat menjadi muslimah sholehahpun aku beli, bagaimana cara mendapatkan syurga, bagaimana cara menjadi bidadari syurga. Ahhh indah sekali rasanya kala aku tau kiat-kiat tentang itu semua. Akupun saat itu menyadari bahwa aku jauh dari calon bidadari syurga u,u. You know lah ya, bidadari syurga itu perfectnya Subhanallah! Bayangan bidadari syurga ya contohnya kayak Siti Aisyah, Siti Khadijah, Siti Maysitoh, dan kawan-kawannya yg lain pada masa Rasulullah :3 maa syaa Allah.. indah sekali bila membayangkan mereka. Nah, kamu? Iya, kamu! Sudah seberapa dekatkah dirimu dengan gelar 'bidadari syurga' itu? :) Pantaskan dirimu ya, shalihat.. Ingat, kehidupan kekal itu cuma ada di akhirat. Dunia cuma sementara~ jadi buat apa foya-foya, pamer aurat, pacar-pacaran, miras, mabuk, narkoba, apalagi sampai murtad.. na'udzubillahi mindzaalik.

Oh, iya kan mau bahas Al-Mulk ya xD hehe lupa. Ya.. jadi gitu, mulai dari situ aku suka Surah Al-Mulk karena aku sering baca itu dan sering denger Almh. Mamah baca itu juga:) di samping Al-Mulk ada juga Al-Waqi'ah. Next time deh, entah kapan insya Allah aku bahas tentang Al-Waqi'ah.
Aku mau bahas kandungan dari Surah Al-Mulk yang bisa jadi renungan di masa-masa sekarang ini.... di mulai dari ayat 7. Check it out


إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ
7. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, 


تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ,كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
8. hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" 

Nah, ini yg mau aku tegasin. Liat kan yg aku bold di ayat 8? "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?". Ngerti gak? Ngerti kan? Ngerti deh kayaknya, cuma karena jarang atau bahkan gak pernah aja baca artinya kalo lagi baca tulisan arabnya:) iya kan?
Yakin deh, pasti sudah baaaaaaaaaaanyak sekali peringatan yg datang padamu! Apapun bentuknya! Dari siapapun dan dari manapun! Masalahnya, kamu peka atau tidak. Jangan pekain kode gebetan aja! Kode dari Allah, gak berusaha untuk peka? Kalo kamu peka, pasti deh netesin air mata, inget sama kelakuan kita yg jauh dari Al-Qur'an. Jarangnya kita berpedoman pada Al-Qur'an, padahal kita mengaku agama kita Islam. Tapi apa buktinya? Mana bukti tanggung jawab kalian sama Tuhan kalian? Sama Allah Swt.? Hey, kita itu di dunia cuma sementara, kalian gak akan bisa nafas, melihat, mendengar, berbicara, mencium dan memeluk pacar kalian tanpa nikmat dari Allah! Tapi kenapa kalian susah sekali untuk bersyukur? Susah sekali untuk mengingat-ingat apa saja yg sudah Allah kasih ke kita.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Tuh, Allah berfirman di Surah Ar-Rahman: "Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" Kalimat itu diulang berrrrrkali-kali di Surah Ar-Rahman, agar kamu sadar, ingat, dan peka. Nikmat mana yg kamu dustakan? Nikmat yg Allah kasih ke kita itu tak terhitung jumlahnya, salihat... Kalianpun tau, manusia punya bermilyar-milyar sel di dalam tubuhnya, setiap sel itupun berupa nikmat yg Allah kasih! Peka, salihat!;;) Belum lagi nikmat jasmani yg lain.. Gak akan bisa deh kita hitung, karena terlaaaalu banyak.
Mari diulang lagi ayat 8 nya...
"Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
Ustadz-ustadz, ustadzah-ustadzah yg cerewetnya minta ampun waktu lagi tausiyah itu apa? Termasuk peringatan kan? Teman-teman sholeh sekitarmu, kedua orangtuamu, guru-guru agamamu, dan masih banyak lagi. Lantas, kenapa belum juga HIJRAH pada kebaikan? Ayo, selagi masih ada umur!:) Akhirat itu kekal lohhhhhhh, gak takut nerakaaaaaaa? Gak mau Syurgaaaaaa? Yakiiiiiiiiiin?;;P

قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ
9. Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar."
Nah loh, sesat loh..... ayo, cepat perbaiki dirimu :)
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
10. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala." 

Walah, nyesel deh kan di belakang.......  nyari pembelaan? Gakbisa:) Siksaan Allah itu nyata, shalihat...

فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ
11. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. 

Baru deh mengakui kesalahannya. Selama di dunia ke mana aja, mas mba bro?:)

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. 

Udah deh segitu aja hehe, masih ada tugas lain setelah posting ini >< semoga bisa jadi renungan ya buat kalian!! I love youuuuuu, and Allah will also love you if you obey Him:)
Jazakumullahu khairan katsiiran. Maaf atas kekurangannyaaaaa! :D
Wassalamu'alaikum.