Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Tuesday, December 31, 2013

Tahun Baru! Ngapain? | Ada apa dengan topi kerucut tahun baru?

Assalamu'alaikum Wr. Wb. :)
Alhamdulillah, tahun 2013 sudah ingin meninggalkan kita. Tahun 2014 akan hadir dalam beberapa jam lagi. Lalu, apa yang akan kita lakukan di penghujung tahun ini? Hura-hura bareng temen-temen? Tiup-tiup terompet? Mengucapkan 'selamat tahun baru' kepada semua orang yang kita kenal? Astaghfirullah... tinggalkan kebiasaan lama itu! Tau gak, itu bukan budaya islam banget, readers.
Gak muna, aku juga pernah melakukannya. Tapi itu sebelum aku tau bahwa hal-hal seperti itu tidak disarankan di agamaku. Dan setelah aku tau, aku benar-benar takut untuk melakukannya lagi. Aku takut Allah makin makin membenci aku.
Eh, baca deh nih ada artikel bagus banget! http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/29/28388/sanbenito-topi-kerucut-tahun-baru-simbol-sudah-murtad/#sthash.JihVK7XL.dpbs

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk mereka." [HR. Abu Dawud, no. 4031]

Serem gak tuh sejarah dari topi kerucut tahun barunya? Hihhhh>,< gak lagi-lagi ikut-ikut perayaan tahun baru yang kayak gituan. Oh, iyaaaaaaaaaaaaa! Udah tau belum, di Indonesia ini ada program #ODOJ. Apa itu #ODOJ? #ODOJ itu adalah #onedayonejuz. Yap, sudah kebayangkan dari judulnya juga. Satu hari satu juz. Apa tujuan dari adanya program itu? Yang pastinya, biar para muslimin dan muslimah di Indonesia semakin dekat dengan Al-Qur'an dan bukan malah semakin menjauh dari Al-Qur'an. Tau kan, muslim di zaman sekarang ini benar-benar miris sekali.. banyak yang salah jalan *haduh jangan sampai kita ikut-ikut salah jalan. Contohnya apa? Contohnya, busana-busana yang dipakai para muslimah di seantero dunia. Tau maksudnya? Ya, seperti ini:
Loh, kok biarawati?
Kenapa biarawati? Karena muslimah zaman sekarang bukannya semakin betul kerudungnya, malah jadi semakin melenceng (--,') haduh *pukpuk* kasihan.. Mereka malah memakai penutup kepala yang dimodif-modif menyerupai biarawati! Dan coba lihat ke cuplikan hadits yang di atas itu. *astaghfirullah* cepat tinggalkan model penutup kepala yang seperti itu! Seperti ini lebih baik karena sesuai perintah Allah SWT❤:
Liat aja tuh, ada dalil Qur'an nya. No doubt, readers!:)

Oke, kembali ke #onedayonejuz. Daripada hura-hura di malam tahun baru yang sebenarnya sama saja seperti malam-malam biasanya, cuma orang-orang aja yang menganggapnya terlalu berlebihan lebih baik ikutan ONE DAY ONE JUZ! Di #ODOJ, kamu akan bertemu teman yang sesungguhnya. Ummm, maksudnya.. teman yang sama gitu tuh, seperjuangan dengan prinsip 'fii sabiilillaah' nya. Karena dengan senang hati merelakan sebagian waktunya untuk membaca Qur'an, dan satu juz. Subhanallah! Itu susah loh diterapkan kalau tidak terbiasa :) nah, lebih bermanfaat mana baca Qur'an atau hura-hura gak jelas ditahun baru?
Jelas, BACA AL-QUR'AN!
Tapi kan..... malem tahun baruan cuma ada sekali dalam setahun.... sayang kalo dilewatin gitu aja tanpa ngerayain bareng temen-temen.....
Yaelaaaaaaah, masih ragu sama Tuhan sendiri? Masih ragu sama Allah? Istighfar yang banyak :p hehe.
Dan masih tetep mau ikut-ikutan budaya yang jelas-jelas bukan Islam dan bukan Indonesia banget itu? Jangan ya :) semoga Allah selalu memberi kalian perlindungan.. Aamiin.

Friday, November 22, 2013

Teladan Rasul SAW♥

Ini salah satu kisah tentang Rasulullah yang benar-benar bikin saya terkagum-kagum dan makin cinta makin rindu Rasul!!!
------
Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.

Beliau juga memerah susu kambing
untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah,
bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan,
sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina 'Aisyah menceritakan:
”Kalau Nabi berada di rumah,
beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan,
beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,
dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang."

Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar waktu itu.
 Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.
Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
 "Belum ada sarapan ya Khumaira?"
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan')

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
"Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." 
Rasulullah lantas berkata,
”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda,
"sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." 

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu
langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :


"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit..."
desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?" 

Lalu baginda menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat
yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka,
seluas-luasnya untuk baginda,
baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
 terus-menerus beribadah,
hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
Fisiknya sudah tidak mampu menanggung
kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"

Jawab baginda dengan lunak,
"Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."

Rasulullah s. a. w. bersabda,
"Sampaikan pesanku walau sepotong ayat" 


Subhanallah dan Masya Allah?

Assalamu'alaikum
Kali ini bahasannya perbedaan Subhanallah sama Masya Allah aja yaa.. Soalnya banyak banget orang-orang yang salah mengartikan kedua ungkapan ini. Diambil dari web ini http://goresankecildarihati.wordpress.com/2013/01/07/memaknai-perbedaan-ucapan-subhanallah-dan-masya-allah/ :)
Selamat membaca!
-------
image

Bismillahirrahmaanirrahiim…
Secara umum, menyebut asma Allah dan berdzikir kepada-Nya ialah kebaikan tertuntunkan. Menyertakan Allah dalam tiap kejadian adalah niscaya. Dan tiap penyebutan nama Allah yang bermakna khusus tentu memiliki tempat sesuai tuntunan. Semisal; Istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun) diucap saat kita mengetahui ada saudara kita yang meninggal atau saat kita bermusibah. (semisal banjir, kebakaran, tanah longsor, kecelakaan, dll).

Nah, bagaimana dengan ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah”?
Ada 2 yang mengikatnya; tuntunan Qur’an-Sunnah dan kebiasaan dalam Bahasa Arab. Al-Qur’an menuturkan; Subhanallah digunakan dalam mensucikan Allah dari hal yang tak pantas. “Maha Suci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan, dll.” Ayat-ayat berkomposisi ini sangatlah banyak.
Juga, Subhanallah digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik. “Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau (Subhanaka). Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS 34 : 40-41), dihinakannya Allah tersebab kita: Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah (Subhanallah), dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.”(QS 12 : 108) dll.
Bukankah ada juga pe-Maha Suci-an Allah dalam hal menakjubkan? Uniknya, Al-Qur’an menuturnya dengan kata ganti kedua: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau (subhanaka), maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3: 191).
Atau kata ganti ketiga yang tak langsung menyebut asma Allah: “Maha Suci (Allah) (subhana), yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS 17 : 1, dll).
Sedangkan ia juga terpakai pada; me-Maha Suci-kan Allah dalam menyaksikan bencana dan mengakui kezhaliman diri: “Mereka mengucapkan: “Maha Suci Rabb kami (subhana), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS 68 : 29), menolak fitnah keji yang menimpa saudara: “mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Rabb kami), ini adalah dusta yang besar.” (QS 24 : 16).

Bagaimana Hadits-nya?
“Kami apabila berjalan naik membaca takbir, dan apabila berjalan turun membaca tasbih.” (HR. Imam Bukhari, dari Jabir ra.).
Jadi “Subhanallah” dilekatkan dalam makna “turun”, yang kemudian sesuai dengan kebiasaan orang dalam Bahasa Arab secara umum; yakni menggunakannya untuk mengungkapkan keprihatinan atas suatu hal kurang baik di mana tak pantas Allah Subhanahu wa ta’ala dilekatkan padanya.

Bagaiamana simpulannya?
Dzikir tasbih secara umum adalah utama, sebab ia dzikir semua makhluq dan tertempat di waktu utama pagi dan petang. Adapun dalam ucapan sehari-hari, mari membiasakan ia sebagai pe-Maha Suci-an Allah atas hal yang memang tak pantas bagi keagungan-Nya.

Bagaimana dengan “Masya Allah”?
QS. 18 : 39 memberi contoh: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Masya Allah, laa quwwata illaa billah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,” ia diucapkan atas kekaguman pada aneka kebaikan melimpah; kebun, anak, harta. Sungguh ini semua terjadi atas kehendak Allah; kebun subur menghijau jelang panen; anak-anak yang ceria menggemaskan, harta yang banyak. Lengkapnya; “Masya Allah la quwwata illa billah”, kalimat ke-2 menegaskan lagi; tiada kemampuan mewujudkan selain atas pertolongan Allah.
Pun demikian dalam kebiasaan lisan berbahasa Arab; mereka mengucapkan “Masya Allah” pada keadaan juga sosok yang kebaikannya mengagumkan.
Simpulannya; “Masya Allah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah; dan memang hal indah itu dicinta dan dikehendaki oleh Allah.

Demi ketepatan makna keagungan-Nya dan menghindari kesalahfahaman; mari biasakan mengucap “Subhanallah” dan “Masya Allah” seperti seharusnya. Membiasakan bertutur sesuai makna pada bahasa asli Insya Allah lebih tepat bermakna.
Tercontoh; orang Indonesia bisa senyum gembira padahal sedang dimaki. Misalnya dengan kalimat; “Allahu yahdik!”. Arti harfiahnya; “Semoga Allah memberi hidayah padamu!” Bagus bukan? Tetapi untuk diketahui; makna kiasan dari “Allahu yahdik!” adalah “Dasar gebleg!”
Jadi, mari belajar tanpa henti dan tak usah memaki.

(dirangkum dari kultwit pada linimasa Salim A. Fillah rahimakallah).


Monday, August 12, 2013

How I love Al Mulk | Semoga jd renungan jg buat kalian!

Assalamu'alaikum!
Oke, kali ini gak bahas jilbab dulu deh, mungkin lain kali lagi. Aku bahas Surah Al-Mulk aja ya^^
Al-Mulk ini adalah surat ke 67 dan diturunkan di Mekah (Makkiyah) terdiri dari 30 ayat keseluruhan. Pertama kali aku jatuh cinta sama Surah ini waktu SMP kelas 9. Saat itu lagi plus-plus alimnya:3 hehe. Bukan karena menjelang UN, tapi entah kenapa saat itu aku lagi 'haus' banget sama ilmu agama. Sama kewajiban menutup aurat, walau aku udah nutup auratku dari kelas 1 SD, tapi rasanya ilmu tentang auratku belum begitu sempurna dan pula belum syar'i u,u hehe. Berbagai macam buku-buku tentang kiat menjadi muslimah sholehahpun aku beli, bagaimana cara mendapatkan syurga, bagaimana cara menjadi bidadari syurga. Ahhh indah sekali rasanya kala aku tau kiat-kiat tentang itu semua. Akupun saat itu menyadari bahwa aku jauh dari calon bidadari syurga u,u. You know lah ya, bidadari syurga itu perfectnya Subhanallah! Bayangan bidadari syurga ya contohnya kayak Siti Aisyah, Siti Khadijah, Siti Maysitoh, dan kawan-kawannya yg lain pada masa Rasulullah :3 maa syaa Allah.. indah sekali bila membayangkan mereka. Nah, kamu? Iya, kamu! Sudah seberapa dekatkah dirimu dengan gelar 'bidadari syurga' itu? :) Pantaskan dirimu ya, shalihat.. Ingat, kehidupan kekal itu cuma ada di akhirat. Dunia cuma sementara~ jadi buat apa foya-foya, pamer aurat, pacar-pacaran, miras, mabuk, narkoba, apalagi sampai murtad.. na'udzubillahi mindzaalik.

Oh, iya kan mau bahas Al-Mulk ya xD hehe lupa. Ya.. jadi gitu, mulai dari situ aku suka Surah Al-Mulk karena aku sering baca itu dan sering denger Almh. Mamah baca itu juga:) di samping Al-Mulk ada juga Al-Waqi'ah. Next time deh, entah kapan insya Allah aku bahas tentang Al-Waqi'ah.
Aku mau bahas kandungan dari Surah Al-Mulk yang bisa jadi renungan di masa-masa sekarang ini.... di mulai dari ayat 7. Check it out


إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ
7. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, 


تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ,كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
8. hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?

Nah, ini yg mau aku tegasin. Liat kan yg aku bold di ayat 8? "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?". Ngerti gak? Ngerti kan? Ngerti deh kayaknya, cuma karena jarang atau bahkan gak pernah aja baca artinya kalo lagi baca tulisan arabnya:) iya kan?
Yakin deh, pasti sudah baaaaaaaaaaanyak sekali peringatan yg datang padamu! Apapun bentuknya! Dari siapapun dan dari manapun! Masalahnya, kamu peka atau tidak. Jangan pekain kode gebetan aja! Kode dari Allah, gak berusaha untuk peka? Kalo kamu peka, pasti deh netesin air mata, inget sama kelakuan kita yg jauh dari Al-Qur'an. Jarangnya kita berpedoman pada Al-Qur'an, padahal kita mengaku agama kita Islam. Tapi apa buktinya? Mana bukti tanggung jawab kalian sama Tuhan kalian? Sama Allah Swt.? Hey, kita itu di dunia cuma sementara, kalian gak akan bisa nafas, melihat, mendengar, berbicara, mencium dan memeluk pacar kalian tanpa nikmat dari Allah! Tapi kenapa kalian susah sekali untuk bersyukur? Susah sekali untuk mengingat-ingat apa saja yg sudah Allah kasih ke kita.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Tuh, Allah berfirman di Surah Ar-Rahman: "Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" Kalimat itu diulang berrrrrkali-kali di Surah Ar-Rahman, agar kamu sadar, ingat, dan peka. Nikmat mana yg kamu dustakan? Nikmat yg Allah kasih ke kita itu tak terhitung jumlahnya, salihat... Kalianpun tau, manusia punya bermilyar-milyar sel di dalam tubuhnya, setiap sel itupun berupa nikmat yg Allah kasih! Peka, salihat!;;) Belum lagi nikmat jasmani yg lain.. Gak akan bisa deh kita hitung, karena terlaaaalu banyak.
Mari diulang lagi ayat 8 nya...
"Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"
Ustadz-ustadz, ustadzah-ustadzah yg cerewetnya minta ampun waktu lagi tausiyah itu apa? Termasuk peringatan kan? Teman-teman sholeh sekitarmu, kedua orangtuamu, guru-guru agamamu, dan masih banyak lagi. Lantas, kenapa belum juga HIJRAH pada kebaikan? Ayo, selagi masih ada umur!:) Akhirat itu kekal lohhhhhhh, gak takut nerakaaaaaaa? Gak mau Syurgaaaaaa? Yakiiiiiiiiiin?;;P

قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ
9. Mereka menjawab: "Benar ada", sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: "Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar."
Nah loh, sesat loh..... ayo, cepat perbaiki dirimu :)
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
10. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala." 

Walah, nyesel deh kan di belakang.......  nyari pembelaan? Gakbisa:) Siksaan Allah itu nyata, shalihat...

فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ
11. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. 

Baru deh mengakui kesalahannya. Selama di dunia ke mana aja, mas mba bro?:)

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. 

Udah deh segitu aja hehe, masih ada tugas lain setelah posting ini >< semoga bisa jadi renungan ya buat kalian!! I love youuuuuu, and Allah will also love you if you obey Him:)
Jazakumullahu khairan katsiiran. Maaf atas kekurangannyaaaaa! :D
Wassalamu'alaikum.

Tuesday, August 6, 2013

Gak bosen yg dibahas jilbab terus?

Kenapa sih fa, yg dibahas jibab, jilbab, jilbaaaab terus. Bosen liatnya! | Oh.. jadi mba udah liat tweets dan blog saya ya?^^ | Ya udahlah, sering banget nongol di TL ngebahas jilbab. | Berarti udah tau dong kalo aurat gak ditutup itu dosa besar? | .......................... | Kok masih gak ditutup mba auratnya? | Suka-suka dong, jangan ngatur hidup orang~! | Saya gak ngatur mba, Allah yg ngatur makhlukNya.

Kalo jilbabannya nanti aja setelah nikah, gimana fa? Gapapa kan? | Jangan tanya aku>< bukan aku yg ngeluarin aturan menutup aurattt. Tapi kalo saran aku sih, mending dari sekarang tutup auratnya. Ntar kalo setelah nikah, belum tentu kamu beneran nutup aurat. Apalagi kalau........ *maaf* umurmu selesai sebelum menikah. Jadi penutup auratmu ya cuma.... kain kafan. Gapapa?
---
-Gak bosen fa nyuruh-nyuruh orang buat nutup aurat terus? Gak ngedakwahin ilmu yg lain gitu? >>
Justru sekarang ini, cewek-cewek ditipu fashion modern. Semakin banyak dan semakin besar muslimah yg kehilangan arah, terlepas dari jalan taqwa, sekedar membungkus auratnya tanpa mengikuti syar'i meski pakaiannya sopan dan tertutup seluruhnya, juga menghalalkan pacaran.
-Emang pacaran gak boleh? Kan gak pegangan tangan, gak duduk dempetan, apalagi melakukan maksiat.>>
Yakin pacaran yg seperti itu gak melakukan maksiat? Orang-orang yg pacaran pasti keep in touch lewat media lain kan? Kayak sms, bbm, twitter, facebook, line, whatsapp, dan sejenisnya. Mereka 'mengobrol' dalam tanda kutip. Menggunakan kata-kata yg gak sewajarnya dikatakan. I love you, I miss you, I'll kiss you, emoticons :*, {}, ❤, ({}), ;;), :3, ;3, ;*, ;>, dsb. Itu gak boleh. Kenapa? Interaksi yg seperti itu tidak boleh diberikan kepada sembarang orang yg bukan mahramnya. Haram. Itu termasuk maksiat juga. Allah tidak suka.
-Jadi... smsan kayak gitu gak boleh? >>
No. :)


 Segitu aja deh--" makasih yah yg udah baca. Barakallah!!! Jazakumullah khairan katsiiran.
Wassalamu'alaikum.

Sunday, August 4, 2013

Beda membungkus aurat dan menutup aurat

Assalamu'alaikum shalihaaaaaaaaat!!! *salamin satu-satu*
Sesuai janji, saya akan membahas bedanya menutup dan membalut aurat :D yg telah terpending oleh satu postingan di bawah postingan ini heheh, 'afwan readers:)
Alhamdulillah, sekarang sudah ada kesempatan untuk membahasnya:) Baiklah, mari kita bahas......................
Ada yg pernah nonton acara itu di episode yg itu?
Di situ diperlihatkan/dicontohkan/dipraktekan bedanya membungkus dan menutup. Udah ngerti? Alhamdulillah kalo yg udah :) bagi yang belum, mari dilanjut baca pembahasannya :p
Ibarat sebuah barang yg ditutup, ia tak terlihat pula tak teraba, sekedar pegangpun tak berani. Lain hal dengan barang yg dibungkus, semua dapat pegang, semua dapat meraba, semua berani menyentuhnya. Perumpamaan yg kedua nih; kalo kita mau beli buku di toko buku, kita pasti pilih yg lembaran-lembarannya itu masih rapi, bungkusan plastiknyapun yg paling rapi yg kita pilih, rapi tapi ada benjolan dikit atau lekukan dikit di bagian sudut bukupun kita tidak pilih, walau bungkusan plastiknya rapi. Di antara buku-buku yg rapi itu pasti ada yg tidak terbungkus oleh plastik dan kertasnya sudah ada yg lecek karena seringnya dipegang dan dibuka-buka lembar demi lembar. Jumlah si pemegangpun tak dapat terhitung. Setelah dipegang dan dibaca, ditaruh lagi, dan ditinggal.. kalaupun dibeli, si pembeli pasti pilih 'teman'nya yg masih rapi tertutup plastik. Nah.. dari perumpamaan ini, sudah mengertikah shalihat?:)

Membungkus/membalut aurat itu bikin lekukan tubuh kita terlihat dan mudah diraba kaum adam dengan berani. Pernahkah kalian melihat wanita yg bertutup aurat dengan syar'i dipegang-pegang/bersentuhan dengan lelaki yg bukan muhrimnya? Hampir tidak pernah kan?:) kalaupun ada, didoakan saja semoga kembali ke jalan yg syar'i hehe. Dia belum bisa menjaga nafsunya.. apalagi kalo sampe maksiat................. beh itu pasti ada yg salah sama pemahaman agamanya, ada yg salah sama pergaulannya, ada yg salah sama pola pikirnya. Next time insya Allah saya akan bahas pacaran dalam Islam :)
Nih contoh gambar menutup dan membungkus aurat:
Yg kiri(hitam) itu namanya MENUTUP. Yg kanan(pink) namanya MEMBUNGKUS/MEMBALUT.

Ini gambar yg lebih jelas :)
Cover it, girls! Not to wrap it!
Jazakumullah khairan katsiiran yg sudah baca :) barakallah. Aamiin
Wassalamu'alaikum

Wanita berjilbab belum tentu baik. | Tawar-menawar menutup aurat?

Wanita yg berjilbab itu belum tentu baik. | Iya, kayak saya ini. Mungkin orang2 mencap saya bukan orang yg baik2. Tapi yg saya cari&butuh adalah baik di mata Allah

Wanita yg berjilbab itu belum tentu baik | Wanita yg berjilbab memang belum tentu baik, tapi wanita yg baik2 itu yg menutup aurat (berjilbab) kan?:) Seiring dengan istiqamahnya ia memakai jilbab(menutup aurat), insyaAllah.. Allah beri jalan kepada kebaikan selama ia mau berusaha menjadi yg lebih baik.

Untuk apa berjilbab kalo kelakuan masih gak bener? | Manusia gak ada yg sempurna, mba.. tidak ada baik sebelum jelek. Semua orang menjalani proses trans dari jelek menjadi baik.

Banyak kok, orang yg baik2 tapi gak berjilbab. | Baiknya di mata siapa? Hanya di mata manusia? Mau surga dunia atau surga Allah?:)

Banyak kok, orang yg baik2 tapi gak berjilbab. | Kalau dia baik di mata Allah, dia pasti mematuhi apa yg diperintahkan oleh Allah. Menutup aurat.

Banyak kok, orang yg baik2 tapi gak berjilbab. | Yahh sia-sia dong baiknya cuma di mata manusia aja:) gak nyium bau surga loh walau dari jarak sekian dan sekian karena gak memenuhi kewajiban menutup aurat.
diperjelas deh perdebatan yg di atas ini:
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah blg katanya ada dua golongan dari penduduk neraka yg belum pernah beliau lihat yaitu wanita yg berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk unta yg miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga, dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian. < itu dari hadist riwayat Muslim yg jelas-jelas shahih:) satu golongan laginya tidak saya sebutkan ya.. afwan :>
--Berpakaian tapi telanjang? Maksudnya gimana?
Ia berpakaian, tetapi tidak menutupi keseluruhannya. Misal: Tshirt+celana meski dua-duanya tidak ketat dan celananya tidak di atas lutut. Tetap saja, dia tidak menutup keseluruhan. Jubah panjang terurai sampai mata kaki, lenganpun tertutup, tapi tidak memakai kerudung untuk menutupi kepala sampai dadanya. < Ia juga disebut berpakaian tapi telanjang. Juga dengan permisalan yg ini > ia berkerudung, ia berjubah tetapi lekukan badan tetap terlihat. Ia berjubah lebar dan panjang, tetapi kerudungnya di atas dada, hingga terbentuk lekukan dadanya:) itu juga tidak boleh, shalihat:) ia berkerudung sampai bawah dada, baju panjang menutupi tangan, bawahannya celana jeans. *tuweweww-___- bukankah Allah dan Rasul-Nya melaknat wanita yg berpenampilan seperti lelaki dan lelaki yg berpenampilan seperti wanita? Hati-hati shalihat, ini sepele tapi bahayanya super loh berhubungan dengan dosa.
Sudah mengertikah tentang berpakaian tapi telanjang? Mari dilanjut perdebatannya~

Wanita yg berjilbab itu belum tentu baik. | Mari kita putar sejarah. Aisyah, Khadijah, Fatimah mereka berjilbab, dan mereka baik. Orang baik tentu berjilbab kan? Percaya? Silakan pelajari sejarah tentang ketiga wanita itu..

Aku belum siap bejilbab. | Haruskah menunggu siap? Siapa pula yg menyuruhmu untuk siap dan belum/tidak siap? Kalau kamu andalkan kalimat itu selalu, maka surgapun tak akan pernah siap menerimamu. Tau kan, kalau Allah itu mewajibkan hamba-Nya untuk menutup aurat? Apakah Ia memberi toleransi? Tidak! Allah tau apa-apa yg baik bagi makhluk-Nya. Manfaat menutup aurat (secara syar'i) itu banyak girls, apalagi untuk wanita. Saya sebutkan sebagian saja ya..:
- Yg pasti terhindar dari godaan laki-laki, terhindar dari maksiat (insyaAllah). Jika masih ada yg "digoda" itu berarti ada yg salah dengan pakaian dan tingkah laku dan tutur bicaranya:) pakaiannya mungkin belum syar'i dan masih ada unsur tabarrujnya. Tingkah lakunya masih belum dijaga layaknya muslimah sholehah sejati:D dan tutur bicaranya lantang melebihi suara laki-laki, atau dilembut-lembutkan ketika berbicara dengan laki-laki. Itu tidak boleh shalihat:) Allah melarang~
- Dianggap taat terhadap Allah, Rasul, dan agamanya. Seiring dengan anggapan itu, insya Allah akan jadi lebih taat lagi dari sebelumnya.
_ Terhindar dari terik matahari. ( Tapi pake kerudung itu gerah tau, panas, keringetan, jadi bau badan. | Mungkin kamunya yg jorok dan gak ngerawat badan:) keringat yg ada di balik pakaianmu itu dihitung pahala loh.. gak ada ruginya menutup aurat. )
- Ekonomis. Karena tanpa tabarruj. Penutup auratnya sangat-sangat simple. Tidak menggunakan peniti banyak-banyak, tidak berwarna-warni, tidak melilit-lilit kerudung, tidak berkonde (punuk unta miring), tidak bermake-up. Paling hanya penyegar wajah saja~ agar tidak kusam. Tapi tetap tidak boleh mencolok sehingga pria memandangmu. Apalagi berlipstick, bedak berlapis-lapis, eyeshadow, blush on,... oh NO!! >< saingan sama badut itu mah.
- Dan tentunya masih banyak lagi...
Lanjut lagi nih girls perdebatannya~~~

Tapi aku masih belum siap berjilbab! | Yaudah kalo emang gak mau surgaNya Allah mah. Monggo:) Bahkan nyium baunya aja gak bisa loh.. hayoloh... :p

Kalo berjilbab, nanti aku gak dapat jodoh. | Lah, mba?-___- memangnya jodoh itu siapa sih yang ngatur? Siapa sih yg ngasih? Allah kan? Mba islam kan? Percaya Allah dong?:) Kalo enggak, ayoo diinget lagi rukun imannya tuh yg paling pertama. Heheh.

Kalo berjilbab, nanti aku gak dapat jodoh. | Surat An-Nur ayat 26 gak mungkin salah mba:)

Jilbab itu bukannya pilihan ya? Boleh pakai boleh tidak? | Hmm-___- jawaban yg di atas masih kurang jelas mba? Aturan menutup aurat itu mutlak Allah yg nyuruh! Allah suruh tutup! Bukan Allah suruh pilih mau tutup atau enggak! Emang mba gak takut ya sama api neraka?:)))

Aaahhh aku belum siap pake jilbaaabb!!>< | Yaudah, saya cuma mengingatkan aja kok mba. Surga atau neraka, ya tinggal dipilih jalannya sudah tersedia kok:)

Tapi kalo ntar aku berjilbab, temen2 jadi ngejauh gitu dari aku.. | Itu pasti temen-temen yg gak bener. Masa orang yg mau taat sama Tuhannya dijauhin sih:)

Nanti aku dibilang sok alim!! | Moga aja jadi alim beneran:) dari pada dibilang j*blay mau mba? heheh. Dibilang bin*tang karena sama-sama gak nutup aurat keseluruhan, mau mba? Hayo loh mending mana :p

Aku masih ragu pake jilbab.. | Yaelah mba pake nawar lagiiiiiii-___- hrrrr. Nutup aurat itu wajib! Gak perlu pakai kata SIAP gak perlu pakai kata NUNGGU apalagi "TERPANGGIL". Allah bilang itu wajib! Gak bisa ditawar-tawar lagi mbaeeee.

Pake pakaian syar'i gitu keliatannya ribet dan gerah deh. | Keliatannya? Belum ngerasain kan? Dicoba dulu mba berhari-hari.. baru deh komentar:) perhiasan yg pualing mahal dan pualing bagus itu terjaga dari pandangan&sentuhan orang-orang kan? Atau mau jadi perhiasan yg diobral? Hii~ banyak yg pegang-pegang. Saya sih ogah~

----- selesai -----
Menutup aurat itu gak pake tawar-menawar ya girls. Allah gak terima tawar-menawar:) mau surga dunia apa surga Allah yg kekal?:) Oh iya, jangan lupa pakai kaos kaki! Karena yg boleh terlihat hanyalah wajah dan telapak tangan,
Oh, iyaaaaaa. Beda menutup dan membungkus aurat next post deh setelah ini hehe. Lagi proses penulisan :p

Friday, August 2, 2013

Belum tau aturan Islam? Belum tau hukum menutup aurat bagi wanita?

Bismillahi ya Allahu Rahmanurrahiim. Assalamu'alaikum!! Aku post blog lagi nih hehe. Kali ini, aku mau ngepost tweetsku di Jum'at malam (2 Agustus 2013). Sambil menyelam minum air. Sekalian mengingatkan kalian-kalian wahai pembaca yg belum/tidak membaca tweetsku :D hehe. Juga niat tulusku untuk berdakwah.. Langsung aja, ini beberapa tweets yg aku tweeted. Udah aku urutin dari atas, jadi... bacanya dari atas aja biar gak ribet:) hehe.

-------
@ashfarla: Kebanyakan orang islam belum mengerti agamanya sendiri :D ini lucu banget..
@ashfarla: Status islam dari lahir, ke mana aja selama nafas di dunia? Tak mempelajari Al-Qur'an kah?
@ashfarla: Kenapa masih aja gatau ini boleh atau tidak boleh, itu boleh atau tidak boleh..
@ashfarla: Mana aturan yg mutlak datang dari Allah, dan mana aturan yg dibuat oleh makhluk Allah
@ashfarla: Dua-duanya memang tidak boleh dilarang.. tapi apapun aturannya, coba deh jadiin Allah sebagai tujuan ke manapun kalian melangkah
@ashfarla: Jadiin Allah sebagai tujuan apapun yg kalian lakukan..
@ashfarla: Sering-sering baca Al-Qur'an, jangan lupa sama artinya. Insya Allah, Allah kasih petunjuk tentang ketidaktahuan kalian akan aturan Allah
@ashfarla: Sama halnya seperti menutup aurat. Islam dari lahir, islam turun temurun, tapi menutup aurat masih enggan? Mau sampai kapan?
@ashfarla: Entah sudah tau, atau entah mengabaikan. Menganggap bahwa syar'i itu pilihan, jd boleh dipilih, boleh tidak. Hey, syurga jg pilihan loh:))
@ashfarla: Aku pernah baca, entah shahih atau tidak. Katanya....... orang yg tidak menutup auratnya, akan hilang setengah imannya.
@ashfarla: Ihh sayang banget kan.. udah banyak2 sholat, sering2 ngaji, banyak2 beramal, cuma karna aurat tidak tertutup, imannya berkurang setengah:)
@ashfarla: Yg menutup aurat dan rajin ibadah aja, belum tentu dapat syurganya Allah.. tapi ia mengerti aturan menutup aurat itu, mutlak dari Allah.
@ashfarla: Apalagi untuk wanita, harga mati untuk menutup aurat. Hanya wajah & telapak tangan saja yg boleh terlihat~
@ashfarla: Lucu ya yg blg gitu, pdhl Allah udh nyuruh berulang2 di KalamNya:D"@apuspitas: Katanya sih "belum terpanggil poe" RT ashfarla: Sama halny.."
@ashfarla: Rasul bukan meramal tentang wanita di zaman setelah zaman-nya. Tp Rasul mengatakan apa yg akan terjadi di zaman tersebut. Itu bukan ramalan
@ashfarla: Laki-laki yang bermaksiat kepada Allah juga tidak sedikit yang masuk neraka.....
@ashfarla: Ayah-ayah yang membiarkan anak perempuanya tidak memakai kerudung dan mengumbar aurat didepan orang lain. << tuh!
@ashfarla: Maaf kalo ada yg tersinggung, itu tadi bukan singgungan atau sindiran kok. Cuma ngingetin aja, kali kali lupa sama hal 'spele' itu:)
@ashfarla: Merugilah kalian wahai orangtua-orangtua yang membiarkan anak-anaknya tidak menutup auratnya. Sungguh, neraka itu benar adanya.


Tuh buktinya! :D sebagian aja~
 Jadi, mau kapan girls kalian menutup aurat? Nungu 'terpanggil'? Yakin kamu akan 'terpanggil' kalau kamunya gak mau mulai sendiri untuk mendekati pakaian yg menutup aurat? Oh iya, menutup aurat itu beda loh ya dengan membungkus aurat :) Allah menyuruh kita untuk menutup aurat kita, bukan membungkus aurat. Mau tau apa bedanya? Dan apa pengaruhnya? In syaa Allah on the next post, ya!! ;D
Wassalamu'alaikum. Barakallah buat yg baca..